Gula sering kali diasosiasikan dengan manisan seperti permen atau kue, tapi tahukah kamu bahwa banyak makanan kemasan yang tidak terasa manis ternyata mengandung gula tersembunyi? “Gula tersembunyi” ini bukan cuma soal rasa manis yang kentara di lidah, tapi lebih pada bagaimana gula itu diselipkan dalam produk tanpa kita sadari dengan alasan rasa, tekstur, atau umur simpan.
Apa Itu Gula Tersembunyi?
Gula tersembunyi adalah gula tambahan yang ada di makanan atau minuman kemasan yang tidak tampak jelas saat kita mengonsumsinya entah karena tidak tercantum sebagai “gula” secara langsung di label, atau karena berada dalam produk yang secara umum kita anggap sehat.
Berbeda dengan gula alami yang ada di buah atau susu, gula tersembunyi ditambahkan oleh produsen selama proses pembuatan untuk meningkatkan rasa atau mempertahankan kelembutan produk.
Baca Juga:
6 Mitos Diet Rendah Karbohidrat yang Perlu Kamu Ketahui
Kenapa Produsen Menambahkan Gula Tersembunyi?
1. Rasa yang Lebih “Enak”
Gula bukan hanya memberikan rasa manis. Dalam banyak makanan kemasan, gula meningkatkan rasa keseluruhan dan membuat produk lebih menggugah selera bahkan ketika itu bukan makanan yang seharusnya sangat manis.
2. Menyamarkan Rasa Pahit atau Hambar
Beberapa produk, terutama saus dan dressing, bisa terasa kurang menarik jika tidak diberi sedikit gula. Gula membantu menyeimbangkan rasa sehingga konsumen merasa lebih betah mengonsumsinya.
3. Meningkatkan Umur Simpan
Gula juga berperan sebagai pengawet alami dalam beberapa makanan kemasan. Dengan kadar gula tertentu, produk bisa bertahan lebih lama tanpa cepat rusak.
Banyak Nama, Satu Tujuan: Menyembunyikan Gula
Salah satu cara produsen “menyembunyikan” gula adalah dengan menggunakan berbagai nama yang berbeda untuk gula tambahan pada daftar bahan. Daftar nama ini sangat panjang, jadi kalau kamu hanya mencari kata “gula”, bisa-bisa terlewat.
Beberapa nama yang sering muncul selain “gula” antara lain:
-
Fruktosa, glukosa, maltosa, sukrosa
-
Sirup jagung tinggi fruktosa (HFCS)
-
Sirup, nectar, molase, madu
Semua itu sebenarnya bentuk gula.
Strategi lain yang kerap dipakai adalah memakai beberapa jenis gula dalam satu produk. Meski total gulanya tinggi, karena berbeda nama tiap jenisnya, gula itu tersebar di bawah daftar bahan dan tampak kurang mencolok.
Daftar Makanan Kemasan yang Sering Punya Gula Tersembunyi
Kamu mungkin sudah tahu soda atau manisan punya gula tinggi, tapi berikut ini adalah produk kemasan yang sering mengejutkan dalam hal gula:
1. Sereal Sarapan
Banyak sereal yang dipromosikan sebagai “sehat” justru mengandung gula tambahan cukup tinggi per porsi. Bahkan untuk sereal “whole grain”.
2. Yoghurt Rasa
Yoghurt yang di beri rasa buah atau varian “rendah lemak” sering mengandung gula seperti minuman manis padahal kamu menganggapnya sehat.
3. Jus Buah Kemasan
Meski labelnya mengatakan “100% buah”, tidak jarang jus buah kemasan masih punya gula tambahan atau konsentrat buah yang meningkatkan kadar gulanya.
4. Saus dan Dressing
Ketchup, saus barbeque, atau saus pasta bisa memiliki gula untuk menyeimbangkan rasa bahkan jika kamu pakai hanya sedikit.
5. Roti Tawar dan Baked Goods
Roti tawar yang tampak sederhana pun sering di tambahkan gula untuk tekstur dan rasa. Sama halnya dengan kue, muffin, atau pastry kemasan.
Intinya, hampir semua makanan kemasan yang diproduksi secara massal punya kesempatan tinggi mengandung gula tersembunyi, bahkan yang kamu kira sehat sekalipun.
Dampak Gula Tersembunyi pada Kesehatan
Risiko Kelebihan Kalori dan Obesitas
Konsumsi gula tambahan yang tidak di sadari bisa membuat asupan kalori jadi lebih tinggi dari yang kamu kira, yang lama-lama bisa memicu kenaikan berat badan.
Lonjakan Gula Darah
Gula tersembunyi dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang cepat, di ikuti dengan penurunan energi yang bikin kamu cepat lapar lagi.
Masalah Gigi
Gula merupakan sumber energi bagi bakteri penyebab gigi berlubang. Jadi, konsumsi gula tersembunyi juga bisa meningkatkan risiko karies gigi, khususnya kalau sering ngemil produk kemasan.
Tips Cerdas Menghindari Gula Tersembunyi
Baca Label dengan Teliti
Kalau kamu mau tahu seberapa banyak gula yang sebenarnya ada di makanan kemasan, baca dua hal:
-
Daftar bahan (ingredients) : perhatikan nama-nama gula yang berbeda
-
Nutrition facts (informasi nutrisi) : lihat total gram gula per porsi
Ini membantu kamu menghindari produk yang terlihat “sehat” tapi gulanya tinggi.
Bandingkan Produk Serupa
Saat belanja, coba bandingkan beberapa produk yang serupa. Pilih yang lebih rendah gula atau yang menampilkan “Added Sugars” agar kamu tahu berapa banyak gulanya.
Kurangi Makanan Super Olahan
Semakin banyak makanan yang berupa fresh atau minimally processed, semakin kecil kemungkinan ada gula tersembunyi. Buat makanan sendiri dari bahan segar bisa jadi pilihan paling aman.
Kesalahan Umum yang Membuat Kita Kedahilan
Memandang Label “Tanpa Gula” sebagai Bebas Gula
Kadang label seperti “zero sugar” atau “no added sugar” bukan berarti bebas semua bentuk gula tersembunyi. Bisa jadi masih ada sirup atau pemanis lain yang terselip dalam daftar bahan.
Percaya Klaim “Rendah Lemak” atau “Natural”
Produk yang rendah lemak sering di tambah gula supaya rasa tetap menarik. Begitu juga dengan produk yang mengklaim “natural” belum tentu rendah gula.
Dengan makin banyaknya makanan kemasan di pasar, penting banget buat kita lebih jeli dan kritis terhadap apa yang kita makan. Bukan cuma soal rasa manis yang terasa di lidah, tapi apalagi saat gula itu tersembunyi di balik nama-nama yang membingungkan di label. Semakin kamu paham tentang bagaimana gula tersembunyi bekerja, makin besar kesempatan kamu untuk membuat pilihan makan yang lebih sehat setiap hari.
